Tuesday, July 28, 2020

author photo

Daftar isi [Tampil]
Buka usaha tanpa riba, emang mungkin? Apalagi bisa sukses usahanya tanpa riba di zaman seperti sekarang memang masih bisa? Kalau dua pertanyaan itu masih ada di pikiran kamu, sepertinya kamu main kurang jauh. Karena nggak perlu jauh-jauh, di Jogjakarta ada sosok seorang Saptuari Sugiharto. Seorang pengusaha yang berhasil membuktikan bahwa pertanyaan kamu yang ragu-ragu itu bisa dijawab. Tentu saja, asalkan mau benar-benar berjuang, dari nol.
Saptuari on YouTube
Saptuari on YouTube

Kami ulas deh buat kamu, supaya kamu bisa kenalan lebih dalam. Siapa sih Saptuari Sugiharto yang berhasil membuktikan sukses berwirausaha tanpa riba. Simak artikel berikut ya.

Orang Paling Beruntung

Saptuari Sugiharto (41 tahun), akrab disapa Saptu, adalah seorang lulusan Geografi UGM tahun 2004. Sembilan jenis pekerjaan telah dicoba silih berganti oleh beliau, mulai dari menjaga tas, jual ayam kampung, hingga jadi marketing radio. Semuanya tidak membuatnya kerasan untuk bekerja sebagai karyawan. Ditambah kesadaran bahwa nilai IPK kuliahnya hanya patut untuk dikasihani,

Saptu memutuskan untuk menutup ijazah kuliahnya dan terjun penuh sebagai seorang pengusaha.
Memutuskan membuka usaha pertamanya, Kedai Digital dengan modal 21 Juta Rupiah. Perlahan-lahan berjuang membesarkan usahanya hingga menghasilkan keuntungan ratusan juta rupiah. Namun bisnisnya terhempas dan harus mulai dari nol kembali karena terlilit riba juga tertimpa musibah.

Ada-ada saja musibah silih berganti datang setelah memutuskan untuk masuk dalam riba. Mulai dikhianati oleh orang paling dipercaya, mesin yang dibeli hutang yang sudah rusak total hanya dalam tiga bulan pemakaian, dalam tiga bulan 350 juta rupiah (hasil hutang) hilang dalam tiga bulan, dan aset-aset usahanya ludes dibobol maling.

Berdasarkan pengalamannya itu, Saptu memutuskan untuk berhijrah dan mulai dari nol lagi, bisnis tanpa riba. Mas Saptu mengutip hadist Nabi Muhammad SAW, bahwa “orang yang paling beruntung adalah orang yang berdosa di masa lalunya, dan bertaubat sebelum kematiannya”. Mas Saptu merasa sebab bisnisnya terhempas adalah karena dosa riba yang pernah dia lakukan - ummiabi.id.

Bangkit dan mulai lagi dari nol

Juni 2016, setelah enam tahun tenggelam dan hancur lebur dilibas riba (doa), Mas Saptu memutuskan untuk memulai semua dari nol. Beliau mendata seluruh titik-titik riba yang ada di kehidupannya.

Mulai dari reksadana, asuransi, properti, kendaraan, dan kartu kredit. Semuanya di data, kemudian dilunasi tunai dengan semua resikonya. Tidak ragu, Mas Saptu menjual harta hasil riba nya. Tidak ada persoalan yang penting segera mendapatkan uang tunai untuk membayar sisa hutangnya.

Hasilnya luar biasa. Perlahan tapi pasti bisnisnya kembali menanjak. Mas Saptu menjadi penulis dan motivator hebat yang tulisan dan aksi nyatanya mampu menolong banyak orang. Hingga akhirnya dia dipercaya oleh Allah untuk menjadi ayah setelah beberapa bulan setelah membebaskan diri dari riba.

Next article Next Post
Previous article Previous Post